 |
| foto : ilustrasi (www.nibs.com) |
“Saya bersumpah untuk belajar menulis bagus,” seorang dokter perempuan. “Bagaimana saya bisa memutuskan perkara ini kalau laporan Anda tidak terbaca,” kata hakim di pengadilan tinggi Mumbai, India, Sabtu (15/11). Dokter itu menjadi saksi ahli dalam kasus pernikahan paksa.
Kasus itu bermula saat seorang ayah melaporkan bahwa putrinya yang masih di bawah umur dipaksa menikah oleh tetangganya. Dokter itulah yang memeriksa kepastian umur si gadis. Ternyata laporannya tidak terbaca karena tulisannya sangat jelek.
“Mulai sekarang Anda harus belajar menulis. Tidak usah terpengaruh anggapan bahwa tulisan dokter harus jelek,” perintah hakim.
[sry/ais]