 |
| Sampah plastik hasil olahan (foto:redrena.file.wordpress.com) |
Dengan memberdayakan 20 kelompok ibu-ibu, program ini memotivasi perempuan Indonesia untuk ikut serta melestarikan lingkungan sekaligus berwirausaha melalui kegiatan daur ulang.
Program lingkungan Jakarta Green and Clean (JGC) yang diinisiasi oleh PT Unilever Indonesia Tbk, Jaringan Radio 99.1 Delta FM, Harian Republika, Aksi Cepat Tanggap, dan BPLHD DKI Jakarta dan didukung penuh oleh Komunitas Ibu Bersinar Sunlight, hari ini kembali menggelar workshop sehari untuk kelompok ibu-ibu pengrajin produk daur ulang Trashion, dengan tema “Kiat Berwirausaha dengan Pemanfaatan Sampah Kering”, di kantor Walikota Jakarta Pusat. Dibuka oleh Walikota Jakarta Pusat Ibu Dr. Hj. Sylviana Murni, SH, Msi, workshop ini dihadiri oleh sekitar 100 ibu-ibu dari lima wilayah kota DKI Jakarta.
Menurut Silvy Tirawaty, Environment Program Manager PT Unilever Indonesia, Tbk, “Workshop ini merupakan realisasi dari fokus utama dan komitmen kami dalam program JGC yakni pemberian edukasimelalui pendampingan dan monitoring program kebersihan dan pengelolaan sampah di masyarakat. Misi penting dibalik kegiatan ini adalah upaya menggali potensi yang luar biasa dari para ibu rumah tangga untuk merintis usaha kecil dan menengah (UKM) sehingga mereka dapat memberikan kontribusi lebih bagi keluarga dan lingkungannya melalui serangkaian program pemberdayaan perempuan. Pada akhirnya mereka mampu menjadi panutan dan dapat memberikan motivasi bagi ibu-ibu lainnya untuk lebih maju.”
Program JGC yang telah berjalan selama sejak tahun 2006 ini, memiliki salah satu program pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan sampah kering (program recycle) dalam bentuk kerajinan daur ulang yang juga dikenal dengan Trashion sejak tahun 2007, diawali dengan pembentukan 10 sentra kerajinan daur ulang di Jakarta.
“Tahun ini, kami kembali memilih dan memberikan pelatihan kepada 10 kelompok ibu-ibu lainnya, untuk dibina dalam program daur ulang Trashion. Sehingga total kelompok ibu-ibu pengrajin Trashion saat ini berjumlah 20 kelompok. Seluruh kelompok inilah yang hari ini mengikuti pelatihan soft skill dengan materi kiat berwirausaha dengan memanfaatkan sampah kering yang ada di lingkungan sekitar,” tambah Silvy.
Program daur ulang ini didukung penuh oleh Komunitas Ibu Bersinar Sunlight, suatu komunitas yang didirikanoleh Sunlight pada tahun 2007 dengan tujuan untuk mengembangkan potensi luar biasa ibu rumah tangga Indonesia.
Afriani Karina, Brand Manager Sunlight, menjelaskan Komunitas Ibu Bersinar Sunlight telah berkomitmen sejak awal untuk secara konsisten menyelenggarakan program-program yang mendukung pemberdayaan perempuan Indonesia. “Hal ini kami lakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap para ibu rumah tangga Indonesia, yang juga merupakan konsumen kami, dan tanggung jawab kami untuk bersama pemerintah berusaha memajukan peran perempuan Indonesia. Sejak tahun 2007 kami telah melakukan berbagai seminar dan pelatihan bagi para ibu rumah tangga di beberapa kota di Indonesia, di mana sebagian besar dari kegiatan-kegiatan ini bekerja sama dengan program JGC,” ungkap Afriani.
Pengelolaan sampah didaur ulang menjadi trashion telah membuka pintu peluang ekonomi, memungkinkan ibu-ibu mendapat penghasilan tambahan bahkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Yanti, salah seorang ibu rumah tangga yang menjadi pengrajin produk daur ulang trashion mengatakan, “Saya mengawali wirausaha ini dengan mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh Unilever. Senang dan bangga sekali bisa bergabung dengan komunitas ini, selain bisa memiliki penghasilan sendiri, usaha ini juga bisa menolong ibu-ibu lain untuk mendapatkan penghasilan tambahan, dan yang terpenting lagi adalah kami turut serta menggerakkan kepedulian masyarakat di sekitar kami, untuk menciptakan lingkungan yang asri bersih dan nyaman”.
“Program pemberdayaan perempuan ini juga berjalan di kota Surabaya dan Yogyakarta, mencapai 10 kelompok pengrajin. Melalui program ini diharapkan perempuan Indonesia termotivasi untuk ikut serta melestarikan lingkungan melalui kegiatan daur ulang sampah plastik menjadi barang bermanfaat dan bernilai jual,” tutup Silvy.
(pr/heri)