|
04 Dec 2009 |
Mereka yang menghargai gigi putih cenderung menghindari minuman, seperti anggur merah, yang dikhawatirkan bisa meninggalkan noda di gigi. Akan tetapi, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Food Chemistry mengklaim bahwa anggur merah baik untuk gigi.
Peneliti menemukan, anggur merah mengandung zat-zat kimia yang bisa melawan kerusakan gigi dengan cara menghentikan bakteri berbahaya lengket di gigi. Menurut temuan ini, satu gelas anggur merah sehari bisa menjaga gigi tetap sehat dan mengurangi kebutuhan untuk tempel gigi.
Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, terang peneliti, anggur merah diyakini mempunyai efek perlindungan terhadap jantung dan mencegah beberapa jenis kanker.
Tapi dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan juga sudah meneliti kemungkinan efek anggur merah dalam mencegah kerusakan gigi. Tahun lalu, tim peneliti dari Amerika Serikat menemukan bahwa zat kimia yang terkandung dalam jumlah besar pada biji anggur dan kulit anggur bisa menghambat kemampuan bakteri korosif (salah satunya adalah streptococcus mutans) menempel ke gigi.
Streptococcus mutans merupakan jenis bakteri yang paling berbahaya, hidup di mulut dan mengonsumsi gula dari diet. Begitu menempel ke gigi, organisme ini akan memicu proses demineralisasi (proses asam mulai membentuk lubang di gigi).
Antioksidan Dalam studi terbaru ini, para peneliti dari Pavia University di Italia memapar bakteri dengan sejumlah kecil anggur merah tanpa alkohol. Alkohol dari anggur diangkat, terang peneliti, untuk melihat komponen apa yang sebenarnya berperan.
Hasil menunjukkan, saat terpapar dengan anggur merah, organisme berbahaya tidak bisa menempel ke gigi atau air liur. Menurut peneliti, bahan aktif yang berperan dalam hal ini adalah proanthocyanidins, zat kimia kaya antioksidan yang banyak terdapat pada kulit anggur. (MI/Zet)
 |