|
14 Dec 2009 |
Suatu penelitian menyebutkan, anak yang dilahirkan sebagai anak sulung cenderung lebih sukses dibandingkan dengan anak kedua atau seterusnya. Namun sayangnya, anak pertama juga cenderung kurang mempercayai orang lain dan kurang kooperatif jika dibandingkan dengan adik-adiknya.
Para peneliti mengungkapkan bahwa pada umumnya anak sulung lebih pandai dan lebih memungkinkan menjadi seorang pemimpin dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lebih muda.
Hal ini tampaknya membuat mereka tumbuh menjadi anak yang lebih sinis dan cenderung tidak mempercayai orang lain ataupun bekerja sama dengan orang lain.
Kesimpulan ini diambil setelah sejumlah peneliti dari Institute of Evolutionary Sciences di Montpelier, Prancis, melakukan suatu riset terhadap 510 murid. Dalam riset tersebut, para partisipan dilibatkan dalam sebuah permainan yang dirancang khusus untuk membangun kepercayaan dan kerja sama.
Selama permainan peserta diberikan 30 unit moneter, dimana mereka bisa memberikan beberapa atau semuanya kepada orang lain. Penerima kemudian dapat mengembalikan uang kepada si pemberi sebanyak yang mereka inginkan. Semakin banyak uang si pemberi berikan, maka semakin dipercaya mereka dianggap dan semakin cenderung si penerima akan mengembalikan uang yang diberikan.
Dari hasil riset yang telah dipublikasikan dalam New Scientist diketahui bahwa kakak tertua rata-rata memberikan uang 25 persen lebih sedikit dan ini dianggap bahwa mereka 25 persen kurang mempercayai orang lain. [cntq/ft:ilustrasi/ais]
 |