Uuuhhh….. Sebeelll banget, kemarin itu bener-bener hari yang banyak bikin kesel.. Berbagai macam hal menyebalkan terjadi. Hal-hal sepele sih memang, tapi cukup membuat kesal dan bisa membuat mood ngga enak banget. Contohnya nih ya; kemarin pagi, harusnya bangun jam 7 pagi, tapi karena jam weaker ngga bunyi tepat waktu, jadi bangunnya jam 8 pagi. Padahal jam 9 pagi ada undangan workshop tentang Modernisasi Film Indonesia yang harus dihadiri. Alhasil, telat deh sampai ke lokasi. Trus, sorenya selesai workshop, pergi ke TIM (Taman Ismail Marzuki), mau beli tiket pertunjukkan pentas teater “Sang Pemimpin”, eeh, tiketnya habis dan malam itu adalah hari terakhir mereka pentas dari 3 hari berturut-turut. Karena kemarin-kemarinnya, saya ngga bisa nonton karena ngga sempat. Aduh, kesel banget! Tapiiiiii…. Hal-hal yang bikin saya kesal itu kemarin, ternyata malah membawa berkat buat saya lho. Iya bener.. Ngga tau deh kenapa bisa begitu.. Yang pertama, kan telat bangun tuh… memang alhasil telat ½ jam hadir di workshop, tapi karena ketelatan saya, ketika keluar dari lift gedung menuju ke ruangan workshop, saya berpapasan dengan seseorang yang sudah lama saya idolakan dan berharap suatu waktu bisa bertemu dengannya trus foto bareng deh… Norak ya? Ah, biasa aja kaliii.. :). Jadi, paass banget begitu keluar lift, karena saya terburu-buru, saya nabrak dia. Oooh, tepat didepan muka saya dia tersenyum karena ngeliat muka saya yang antara ngerasa salah karena nabrak, dengan muka kaget dan malu-malu gituh.. ahayyy… Fachri Albar. Langsung saya me-metamorfosis-kan wajah saya jadi cool dan…. “hay… maaf ya, saya keburu-buru… telat banget workshopnya nih” saya ngoceh tanpa ditanya alias salting sebenernya, dengan wajah senyum termanis. Eeh, dijawab loh.. “oh iya, ngga apa-apa. Saya juga tadi datengnya telat, tapi cuma telat 5 menit” katanya. Trus dia senyum-senyum nyindir gituh. Tambah cakep.. hihiii.. Otak saya langsyung bergerak cepat menggunakan kesempatan begitu dia ngejawab. “eee… saya Sherly… kamu Ai kan?” saya memberikan tangan saya untuk bersalaman dengannya. Nama panggilan dia kan Ai. “iya” jawabnya singkat sambil menjabat tangan saya. Saya ngarep: jangan lepas dong, pliiss… Ya gitu deh.. Ternyata Ai baru dari workshop itu juga tapi hanya sebagai tamu pembicara opening workshop dan cuma bicara 15 menit. Dia memang diundang mendadak, makanya ngga ada namanya di flyer workshop. Untung deh, kemana-mana saya selalu bawa kamera digital, itulah gunanya.. akhirnya saya bisa foto sama dia. Uh senangnyaa! Lalu, yang kedua, saya ke TIM, dan kehabisan tiket pertunjukan teater “Sang Pemimpin”. Padahal itu hari terakhir mereka pentas. Dengan langkah sok gontai, saya bermaksud pulang. Eeh… ngga jauh dari lobi gedung, tiba-tiba ada seorang cewek dan cowok nyamperin saya. Mereka ternyata menawarkan saya untuk membeli tiket pertunjukan teater tersebut yang sudah mereka beli. Tapi karena tiba-tiba salah satu keluarga si ceweknya ada yang masuk rumah sakit, jadi harus pulang dan ngga jadi nonton teater malam itu. Aha! Mereka menawarkan harga yang jauh lebih murah dari harga di loket. Mereka minta saya untuk beli dua-duanya tiket yang mereka punya, ya sudah.. saya beli 2 tiket mereka dengan harga 1 tiket dan saya telfon Benno, teman saya yang juga hobi nonton teater. Dia seneng banget dan akhirnya 1 jam kemudian Benno sudah bersama saya di TIM. Yah, begitulah hari saya kemarin. Diawali dengan kesal, tapi ternyata semua ada maksudnya. Saya jadi ingat dengan peristiwa World Trade Center (WTC). Yes, WTC the twin tower, sebuah gedung spektakuler di Amerika yang begitu dibanggakan, yang terdiri dari tujuh bangunan utama. Lima diantaranya adalah bangunan sekunder, dan dua lagi adalah bangunan primer. Dua gedung primer inilah yang diruntuhkan oleh teroris pada 11 September 2001. Tapi bukan terorisnya yang akan saya bahas. Tetapi peristiwa unik dibalik peristiwa 11 September 2001 itu. Sama persis dengan kejadian yang saya alami. Maksudnya kejadian awal yang membuat kesal namun dibaliknya terdapat berkah. Dari sebuah email yang saya dapat dari seorang guru besar saya, ternyata dibalik peristiwa runtuhnya gedung itu terdapat banyak juga korban yang selamat dari kejadian mengerikan itu. Siapa saja yang selamat di balik peristiwa hancurnya gedung kembar yang memakan korban lebih dari 6.300 orang itu? * Kepala kemanan perusahaan selamat pada hari itu karena harus mengantar anaknya hari pertama masuk TK. * Seorang karyawan yang harus mengantar kue untuk anaknya di sekolah. * Seorang wanita yang terlambat datang untuk rapat di salah satu kantor di gedung WTC, karena alarm jamnya tidak berbunyi tepat waktu. * Seorang karyawan yang terlambat karena terjebak kemacetan di NJ Turnpike, karena ada kecelakaan lalu lintas. * Seorang karyawan yang pagi itu ketinggalan bus. * Seorang karyawan yang terlambat karena harus berganti pakaian, ada makanan yang tumpah di bajunya sewaktu sarapan. * Seorang karyawan yang mobilnya tidak bisa dihidupkan. * Seorang karyawan yang harus masuk ke dalam rumah kembali untuk menerima telpon yang berdering. * Seorang karyawan yang mempunyai anak yang suka bermalas-malasan. Anaknya selalu mengulur-ulur waktu saat akan diantar ke sekolah. * Seorang karyawan yang kesulitan mencari taxi. * Seorang manajer yang harus mampir membeli plester sebelum kerja, karena sepatu baru yang dipakainya pagi itu telah membuat kakinya lecet. Sooo? kenyataan membuktikan bahwa orang-orang tersebut diselamatkan oleh berbagai peristiwa kecil yang membuat kesal. Peristiwa-peristiwa yang cukup remeh dan menjengkelkan tetapi ternyata mampu menyelamatkan nyawa mereka. Yup.. kejadian ini bisa menjadi sebuah bahan pemikiran juga. Dalam hidup sehari-hari, seseorang mungkin sering bertemu dengan peristiwa peristiwa menjengkelkan, dan parahnya seseorang tersebut sering menganggap itu sebagai ’sial’. Tapi sekali lagi terbukti bahwa sial itu tidak selamanya ‘tidak beruntung’. Kadang memang, Tuhan memiliki cara yang cukup unik untuk berbicara pada kita. Cerita dibalik peristiwa WTC ini bisa menjadi bahan renungan. Kalau kamu mengalami peristiwa yang sering dianggap menjengkelkan, sial, ngada-ada, dan lain sebagainya.. jangan marah dan menyumpah serapah dulu yaa.. siapa tau Dia, sang Pencipta, sedang berusaha menyelamatkan hidup kamu atau sedang berbicara kepadamu. Siapa tau Dia sedang mempersiapkan keberuntungan lain. Siapa tau Dia sedang membuat rencana lain yang lebih indah dalam hidupmu.. dan siapapun tahu bahwa rencana-Nya yang unik itu akan selalu lebih indah dari rencana kita sendiri, sekalipun kita kadang kala terlalu kerdil untuk bisa paham. Anyway.. semua peristiwa luar biasa yang mengunjungi hidup saya selama ini - hampir semuanya juga berawal dari peristiwa-peristiwa kecil.. yang cukuuup menjengkelkan, tapi ya itu tadi, seperti beberapa contoh cerita tentang saya diatas.. tidak sedikit juga yang berbuah manis :).(The END)
 |