You are here > Home ENTERTAINMENT Ragam OMG!!! Hobi Baru Manula Jepang, Cari Jodoh Lewat Internet
Fri 03 Sep 2010
Hobi Baru Manula Jepang, Cari Jodoh Lewat Internet PDF Print E-mail
03 May 2008

Tren baru di kalangan manula (manusia lanjut usia) Jepang adalah mencari pasangan hidup lewat kontak jodoh online. Dan situs-situs semacam Match.com pun menjadi jujukan.

Usianya sudah 65 tahun. Namun, Yoji Kawamura sering asyik berselancar di dunia maya untuk mencari pasangan hidup. Kerja part time serta hobi baru fotografi dan komputer dirasakan belum membuatnya merasa belum cukup sibuk.

"Ketika sudah sampai seusai saya, jangkauan aktivitas semakin menyusut dimana kamu hanya dapat bertemu dengan orang itu-itu saja, sangat sempit. Kamu tidak tahu cara keluar dari lingkaran itu," ujar Yoji.

Juli tahun lalu mantan sopir taksi yang 26 tahun lalu bercerai itu bergabung dengan layanan kencan AS, Match.com.

"Cakrawala saya semakin luas dan kehidupan saya semakin kaya karena saya memiliki banyak teman." -Yoji Nakamura-

Survei Match.com menunjukkan bahwa perempuan dan pria Jepang menempatkan "shared values" sebagai prioritas utama. Prioritas kedua, pria lebih suka pasangan yang berkepribadian sama.

Perempuan menempatkan pendapatan pasangan sebagai prioritas kedua. Poin inilah yang sering menjadi ganjalan bagi para lelaki.

Alasan itulah yang membuat Kawamura absen dari kencan online itu. "Saya kirim e-mail dan mereka bertanya mengenai pekerjaan saya, sedangkan pekerjaan saya skalanya terbawah di Jepang," ujarnya.

Setelah melalui pencarian, Kawamura menemukan seorang teman perempuan. Mereka bisa saling mengenal lebih jauh. Namun, dia tidak terburu-buru. "Hal yang paling dasar adalah jujur dan sabar," katanya.

Website yang diluncurkan di Jepang sejak 2004 itu saat ini memiliki 840 ribu anggota. Match.com mulai menargetkan pasar usia matang setelah melihat pertumbuhan keanggotaan kelompok usia di atas 50 tahun yang semakin memuncak.

"Sebelumnya, orang dengan usia di atas 50 tahun biasanya tidak membicarakan cinta. Orang akan mengatakan Anda terlalu tua," ujar Presiden Match.com Jepang, Katsuki Kuwano.

Populasi kalangan manula yang semakin besar menjadi bagian dari perubahan kebudayaan. Saat ini satu di antara lima orang Jepang berusia 65 tahun atau lebih. Di perkirakan persentasenya naik dua kali dalam setengah abad mendatang. [idp/mel]

 

Rileks Gallery

 

Kampusiana

Calon Mahasiswa Asal Malaysia Tidak Boleh Kuliah di UMM

Penolakan terhadap mahasiswa Malaysia yang ingin masuk FK tersebut juga berlaku bagi mahasiswa asing lainnya...


Lainnya

Polling

Apa sih referensi paling kuat buat kamu untuk beli produk baru!
 

Media Sindikator

Gen FM JAK FM Parents Mahaka Media