You are here > Home ENTERTAINMENT Ragam OMG!!! Tetap Semangat Meski Tanpa Tangan Dan Kaki
Fri 03 Sep 2010
Tetap Semangat Meski Tanpa Tangan Dan Kaki PDF Print E-mail
03 Jul 2009
Tiga belas tahun sudah Nick Vujicic, 26, berkeli­ling dunia. Sudah 24 negara yang disambangi pria tanpa tangan dan kaki ini. Tahun ini agendanya ke Amerika Selatan dan Timur Te­ngah. Kunjungannya itu bukan untuk bersenang-senang, melainkan memberi motivasi kepada orang lain di planet ini. Setidaknya, pria kelahiran Melbourne, Australia, ini telah membangkitkan sema­ngat 110 ribu orang.


''Saya memberitahu orang untuk tetap bangkit ketika terjatuh dan selalu mencintai diri mereka. Jika saya bisa membesarkan hati satu orang saja, maka tugas saya dalam kehidupan ini telah tercapai,'' ucap pene­rima penghargaan Australian Young Citizen of the Year atas keberanian dan ketekunannya pada 1990.

Nick tak asal omong untuk memompa semangat hidup orang lain. Sebab, dia sendiri pernah menjalani masa-masa yang sulit dalam hidup. Ketika kecil, Nick sempat dilanda putus asa. ''Saya amat depresi ketika berusia delapan tahun dan menghampiri ibuku sambil menangis. Saya berbicara padanya ingin bunuh diri saja.''


Padahal, saat itu, Nick bukan sosok anak yang lemah. Sebaliknya, dia sangat mandiri untuk bocah seusianya. Orang tua Nick memang menyiapkan dia untuk menjadi ''pemenang'' melawan kehidupan yang keras. Sejak berusia 18 bulan, sang ayah sudah menceburkannya ke kolam renang. Ketika Nick berusia enam tahun, ayahnya yang programer komputer dan akuntan melatih Nick mengetik dengan jari kaki­nya --Nick menyebut kaki kirinya ''kaki ayam''--. Dia pun terbiasa menggunakan jari kaki untuk memegang pensil dan pulpen. Kedua orang tua Nick mendi­dik­nya amat keras. Bukannya me­ngirim ke sekolah khusus, dia malah dikirim ke sekolah umum. ''Itu keputusan terbaik yang pernah mereka buat untukku. Itu sangat sulit untuk mereka tetapi sudah benar untuk awalnya. Me­reka melakukan yang terbaik untuk membuatku mandiri,'' kata lulusan perencanaan keuangan dan real estat itu.


Namun, toh masih saja dia berputus asa. Semangatnya baru muncul kala dia berusia 13 tahun, setelah membaca artikel di koran mengenai orang cacat. ''Saya bertanya kenapa Tuhan menciptakan kami seperti ini, ternyata untuk memberikan inspirasi bagi yang lain.''

Sejak itulah hidupnya berubah total. Dia mulai melakukan ber­bagai aktivitas olahraga. Mulai dari sepak bola, golf, bahkan bermain dengan papan skateboard.[dm/jp/ais]
Comments (1)Add Comment
0
...
written by Christopher, July 05, 2009
Thanks ....smilies/smiley.gif

Write comment
smaller | bigger

busy
 

Rileks Gallery

 

Kampusiana

Calon Mahasiswa Asal Malaysia Tidak Boleh Kuliah di UMM

Penolakan terhadap mahasiswa Malaysia yang ingin masuk FK tersebut juga berlaku bagi mahasiswa asing lainnya...


Lainnya

Polling

Apa sih referensi paling kuat buat kamu untuk beli produk baru!
 

Media Sindikator

Gen FM JAK FM Parents Mahaka Media