|
03 Jul 2009 |
Tiga belas tahun sudah Nick Vujicic, 26, berkeliling dunia. Sudah 24 negara yang disambangi pria tanpa tangan dan kaki ini. Tahun ini agendanya ke Amerika Selatan dan Timur Tengah. Kunjungannya itu bukan untuk bersenang-senang, melainkan memberi motivasi kepada orang lain di planet ini. Setidaknya, pria kelahiran Melbourne, Australia, ini telah membangkitkan semangat 110 ribu orang.
''Saya memberitahu orang untuk tetap bangkit ketika terjatuh dan selalu mencintai diri mereka. Jika saya bisa membesarkan hati satu orang saja, maka tugas saya dalam kehidupan ini telah tercapai,'' ucap penerima penghargaan Australian Young Citizen of the Year atas keberanian dan ketekunannya pada 1990.
Nick tak asal omong untuk memompa semangat hidup orang lain. Sebab, dia sendiri pernah menjalani masa-masa yang sulit dalam hidup. Ketika kecil, Nick sempat dilanda putus asa. ''Saya amat depresi ketika berusia delapan tahun dan menghampiri ibuku sambil menangis. Saya berbicara padanya ingin bunuh diri saja.''
Padahal, saat itu, Nick bukan sosok anak yang lemah. Sebaliknya, dia sangat mandiri untuk bocah seusianya. Orang tua Nick memang menyiapkan dia untuk menjadi ''pemenang'' melawan kehidupan yang keras. Sejak berusia 18 bulan, sang ayah sudah menceburkannya ke kolam renang. Ketika Nick berusia enam tahun, ayahnya yang programer komputer dan akuntan melatih Nick mengetik dengan jari kakinya --Nick menyebut kaki kirinya ''kaki ayam''--. Dia pun terbiasa menggunakan jari kaki untuk memegang pensil dan pulpen. Kedua orang tua Nick mendidiknya amat keras. Bukannya mengirim ke sekolah khusus, dia malah dikirim ke sekolah umum. ''Itu keputusan terbaik yang pernah mereka buat untukku. Itu sangat sulit untuk mereka tetapi sudah benar untuk awalnya. Mereka melakukan yang terbaik untuk membuatku mandiri,'' kata lulusan perencanaan keuangan dan real estat itu.
Namun, toh masih saja dia berputus asa. Semangatnya baru muncul kala dia berusia 13 tahun, setelah membaca artikel di koran mengenai orang cacat. ''Saya bertanya kenapa Tuhan menciptakan kami seperti ini, ternyata untuk memberikan inspirasi bagi yang lain.''
Sejak itulah hidupnya berubah total. Dia mulai melakukan berbagai aktivitas olahraga. Mulai dari sepak bola, golf, bahkan bermain dengan papan skateboard.[dm/jp/ais]
 |