|
06 Feb 2010 |
Malam Grammy Awards yang digelar pekan lalu ternyata menyisakan kontroversi bagi Taylor Swift. Bukannya diberikan ucapan selamat atas keberhasilannya memenangkan empat piala Grammy, penyanyi pop country itu justru dihujani kritik karena performa menyanyinya yang buruk saat berduet dengan Steve Nicks dalam perhelatan tersebut.
''Dia adalah suara generasinya. Dia berbicara langsung ke penggemar, dan mereka berbicara langsung kembali kepadanya. Ini bukan 'American Idol.'' Ini bukan kompetisi untuk unjuk gigi dan melihat siapa yang bisa menyanyikan nada tertinggi. Ini adalah tentang seorang artis sebenarnya dan penulis dan komunikator. Ini bukan tentang pertunjukan teknik yang sempurna,'' ujar CEO Big Machine RecordsScott Borchetta membela Swift,seperti dikutip situs usmagazine.com.
Borchetta juga menjelaskan, nada suara Swift melenceng karena kendala teknis yang terjadi selama pertunjukan.
''Kami memiliki masalah volume suara di telinga. Jadi, dia khawatir tidak akan mampu mendengar semua suara yang bercampur. Itu hanya salah satu bagian siaran langsung televisi. Anda akan menemui sejumlah kesulitan di lapangan,'' imbuhnya.
Namun, Borchetta mengakui bahwa Swift mungkin memang bukan penyanyi dengan teknik vokal terbaik. Akan tetapi, menurutnya, penyanyi berusia 20 tahun itu merupakan penulis lagu yang luar biasa dan kualitas vokalnya pun mengalami peningkatan. (us/zet)
 |