|
13 May 2009 |
Lima belas tahun mondar-mandir di kancah musik dirasa cukup bagi band GIGI untuk menentukan titik stabil mereka. Lewat album self-titled, GIGI terdengar lebih mapan.
Coba kita dengar single perdananya Ya Ya Ya. Dengan sempurna GIGI mengemas lagu tersebut secara catchy dibalut nuansa pop rock. Pukulan drum Gusti Hendy pun tak bisa membuat Anda berhenti mengentakkan kaki. Sumpah Mati dan Dan Sekarang pun diisi dengan rock catchy. Liriknya yang pendek-pendek membuat makin mudah untuk dinyanyikan dan gampang meracuni pikiran.
Bagaimana Dewa Budjana bermain lirik? Cinta Lalu®MDUL¯ bisa jadi pilihan Anda yang tengah merindukan kisah lalu. Berbalut melodi gitar bersuara bening dari Budjana, lagu ini tak boleh Anda lewatkan.
Restu Cinta tak kalah mellow. Namun lagi ini dibuat lebih spesial dengan iringan orkestra dengan konduktor Addie M.S. Jangan heran jika Anda menemukan lagu dinamis ala 11 Januari di dalamnya.
My Facebook juga menyita banyak perhatian di album ke-11 ini. GIGI jatuh cinta dengan cara yang dewasa via facebook. Tidak menye-menye, tidak nyeleneh, tapi juga tidak kehilangan daya tarik.
Secara keseluruhan album ini mengingatkan kita pada Next Chapter di 2006. Namun album GIGI itu terdengar lebih dewasa. Mereka dengan mantap menancapkan musiknya tanpa kehilangan idealis sedikitpun. (LMP/Ezz/foto:rol)
 |