"Matah Ati" mengisahkan perjuangan dan perjalanan cinta Rubiyah, seorang wanita dari kalangan rakyat biasa yang berjuang melawan penjajah bersama Raden Mas Said yang juga dikenal sebagai Pangeran Sambernyowo.

Kisah ini juga menceritakan sejarah berdirinya Istana Mangkunegaran, di mana Rubiyah dipersunting Raden Mas Said dan diberi nama Bandoro Raden Ayu Kusuma Matah Ati, yang kemudian menurunkan generasi raja-raja Mangkunegaran. Pertunjukan ‘Matah Ati’ berangkat dari konsep ‘Langendriyan’ lahir dari Istana Mangkunegaran pada masa Mangkunegoro ke IV, oleh Mangkunegoro IV, menyajikan tarian klasik dalam Gaya Tari Mangkunegaran serta menggunakan tembang-tembang Jawa sebagai ekspresi pertunjukan.
Pentas ini melibatkan 150 pekerja seni profesional, pertunjukan ini juga melibatkan 78 orang penari dan pemain gamelan, serta dirancang agar tampil menarik dan mampu menjadi momentum bagi kebanggan bangsa Indonesia untuk menghargai dan mencintai seni budayanya dan lebih dikenal di dunia internasional. Terobosan dalam seni pertunjukan akan memberikan keuntungan ketika penonton dapat menikmati pertunjukan budaya dalam tata panggung yang canggih.
'Matah Ati' performance JAKARTA
13-16 May 2011
8 pm (1hr 45mins, no intermission)
Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM)
::tickets::
• VIP | Rp. 750,000,-
• Kelas I | Rp. 550,000,-
• Kelas II | Rp. 350,000,-
• Kelas III | Rp. 200,000,-
::ticket box::
• Jl. Ciniru II No. 18, Senopati, Kebayoran Baru | 021.724 6225
• Ibu Dibyo | 021.3100 386
• www.rajakarcis.com | 021.8282 137
HOTLINE | 021.7246225
::more info::
www.facebook.com/matah.ati.theplay
Follow us on twitter @matah_ati
