Festival menangkap cacing atau Bau Nyale yang menjadi tradisi rutin masyarakat Sasak datang lagi. Bila tidak ingin melewatkannya, sebaiknya Anda segera merencanakan kunjungan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Upacara tradisional Bau Nyale yang setiap tahunnya dirayakan lima hari setelah bulan purnama pada hari ke-20 bulan ke-10 berdasarkan kalender tradisional Sasak, ditahun ini jatuh pada 22-23 Februari.
Mengenai nama acaranya sendiri, Bau dalam bahasa Lombok berarti "menangkap" dan nyale adalah sejenis cacing laut yang hanya muncul dipermukaan beberapa kali dalam setahun. Oleh karena itu, masyarakat suku Sasak beramai-ramai akan menangkap nyale di sepanjang pesisir pantai Lombok. Untuk tahun ini, acara itu akan berlangsung di pantai Kaliantan, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.
Selain menangkap cacing, festival ini juga akan menampilkan lomba tradisional seperti Bekayaq, Cilokaq, Peresean, Begambus, berbalas pantun, dan lomba mendayung perahu. Ada juga pertunjukan kesenian, seperti wayang kulit, penginang robek, dan teater legenda Putri Nyale.
Bau Nyale sendiri muncul dari legenda lokal Putri Mandalika dimana konon nyale merupakan reinkarnasi putri tersebut. Oleh karena itu penduduk setempat percaya, bahwa nyale bukan hanya cacing biasa, tetapi dianggap sebagai makhluk suci yang membawa kesejahteraan bagi mereka yang menghormatinya atau kemalangan bagi mereka yang mengabaikannya.
Menjadi bagian dalam acara ini, Anda bisa merasakan kedekatan dan keceriaan penduduk setempat dalam balutan budaya eksotis dengan latar belakang pandangan pulau yang indah dan magis. (MED/Ezz/foto:iloveyouindonesia)
