Sebagai tempat wisata yang memiliki kredo 4-si yang salah satunya yakni pusat konservasi dan edukasi tanaman buah tropis, Taman Wisata Mekarsari selalu melakukan observasi untuk mengumpulkan bibit buah tropis dari berbagai daerah di Indonesia bahkan di berbagai negara, termasuk bibit buah yang unik dan langka untuk dibudidayakan dan nantinya dapat menambah wawasan masyarakat tentang kekayaan holtikultura di Indonesia. Salah satu buah unik yang sedang panen di Taman Wisata Mekarsari adalah Nangka Tanpa Kulit atau Naked Jackfruit.
Walaupun tidak memiliki kulit seperti nangka pada umumnya, namun buah nangka tanpa kulit yang telah dipanen tetap dapat dikonsumsi dan memiliki rasa serta tekstur seperti nangka, buahnya dapat dengan mudah diambil tanpa perlu mengupas kulitnya. Buah langka ini ini termasuk dalam family Moraceae, salah satu varietas Artocarpus heterophyllus dan termasuk tanaman tahunan (perennial) berbentuk pohon.
Pada tahun 2003 tim peneliti Taman Wisata Mekarsari menemukan tanaman induk nangka tanpa kulit di Bekasi Utara. Awalnya buah ini disebut sebagai nangka berbuah pisang karena bentuk daging buah nangka yang dapat dimakan menonjol seperti pisang. Tanaman ini berhasil diperbanyak dan ditanam di Taman Wisata Mekarsari pada tahun 2004 melalui teknik sambung susu. Teknik sambung susu adalah cara perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan mengambil pucuk indukan dan melakukan pemisahan pucuk secara perlahan. Pada saat awal berbuah, pohon ini menghasilkan sekurangnya 6-7 buah dengan ketinggian pohon mencapai 6 meter. Setelah pembuahan, buah masih berbentuk normal.
Setelah mencapai usia 2 bulan wujud Nangka tersebut mulai berubah bentuk dengan warna kuning matang, dan pada usia 3 bulan buah nangka sudah bisa dipanen.
"Penelitian secara ilmiah belum dilakukan, namun diperkirakan ini adalah hasil mutasi atau perubahan sel yang tampak dari fisik buah. Mutasi diperkirakan terjadi pada indukan-indukan awal yang mungkin disebabkan oleh beberapa hal seperti stress, hama penyakit, virus, kondisi alam dan lain sebagainya,” ujar Kepala Bagian Kebun Produksi dan Penelitian Taman Wisata Mekarsari AF Margianasari.
"Tujuan kami memperbanyak nangka tanpa kulit ini adalah sebagai upaya penyelamatan plasma nutfah, karena buah ini sangat jarang ditemukan mengingat faktor pertumbuhannya bukan hal yang di sengaja melainkan faktor alam. Saat ini Nangka Tanpa Kulit sudah menyebar di beberapa daerah seperti di Cirebon, Bogor dan Pontianak Barat, namun buah nangka tanpa kulit unggulan masih berada di Taman Wisata Mekarsari, kelebihan tanaman yang ada di Mekarsari ini adalah pohonnya berbuah setiap tahun dan ukuran buahnya yang cukup besar dengan rata-rata panjang 80 centimeter. Diperkirakan panen nangka tanpa kulit tahun ini akan berjalan dari pertengahan desember hingga pertengahan januari 2012" lanjut beliau.
Tanaman buah ini juga melengkapi koleksi tanaman buah di Taman Wisata Mekarsari yang merupakan taman buah tropis terlengkap di seluruh dunia dengan koleksi saat ini berjumlah lebih dari 400 species, 78 family, 1.438 varietas dan terdiri lebih dari 100.000 tanaman buah. Untuk memuaskan keinginan para pecinta tanaman buah unik yang ingin menanam tanaman buah nagka tanpa kulit di area pekarangan sendiri, saat ini bibit tanaman nangka tanpa kulit sudah bisa didapatkan di area Garden Center Taman Wisata Mekarsari.
Taman Wisata Mekarsari merupakan tempat wisata yang mencanangkan program 4-si yaitu, Konservasi, Reboisasi, Edukasi dan Rekreasi dalam setiap aspek kegiatan yang diadakan. Kedepannya Taman Wisata Mekarsari akan terus berupaya menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang sehat, peduli lingkungan dan modern. (PR/Ezz)
