Seperti apakah cara anda merayakan pergantian tahun baru? Bagi anda yang ingin merasakan sensasi sebagai seorang raja dalam merayakan pergantian tahun baru, Ambarukmo Royal Hotel Jogja menyajikan nuansa kemewahan ala Raja untuk anda. Dipastikan, anda akan diperlakukan sebagai seorang raja pada saat berada di hotel ini.
Acara pergantian tahun dengan tema "Incredible Royal New Year Eve" ini dimulai dengan coctail party di kolam renang. Kemudian, dilokasi Pendhapa Agung Kedhaton, para tamu akan disuguhi hiburan kesenian tradisional berupa kesenian Wayang Hiphop dengan iringan Gamelan Kraton. wayang Hiphop merupakan sebuah wayang orang kreasi baru yang dibalut dengan kemasan musik hiphop.

Sambil menyaksikan Wayang Hiphop, para tamu yang berada di Pringgitan akan dilayani minum teh dengan gaya bangsawan. Gaya minum teh yang disebut dengan Patehan itu merupakan tradisi ala Kraton Jogja yang sudah dilakukan sejak zaman Sultan HB I. Para tamu akan dilayani oleh para abdi dalem raja. Sebelumnya, anda akan disajikan air "klemuk" oleh para abdi dalem. Klemuk merupakan sebuah kendi tembaga yang berisi air putih. Pada jaman dulu, air klemuk ini merupakan minuman awal para raja sebelum mereka minum teh. Cara membawa air ini juga sangat unik. Sejak dari dapur, air ini dipayungi oleh para abdi dalem "sebintang". Sementara, 2 buah teko yang berisi air teh dibawa dengan nampan yang ditutup dengan kain putih.
Selanjutnya, bagi yang menginginkan kopi, abdi dalem lain juga akan menyakjikannyua dengan cara yang serupa. Sedangkan dibarisan terakhir, terdapat barisan abdi dalem yang membawa teko air panas.
Usai sajian hiburan, para tamu akan dijemput untuk acara dinner alias makan malam oleh Pangeran dan Putri Ambarukmo yang datang dengan mengendarai gajah dan diiring oleh Kereta Kencana. Tak ketinggalan rombongan prajurit Kraton akan mengawal para tamu. Acara makan malam ini akan terasa sangat ekslusif, semua makanan akan disajikan dengan Jodang yang dipikul dengan sebuah tandu oleh para prajurit kraton. Sedangkan pelayan makanan akan dilakukan oleh para abdi dalem yang berbusana kemben dan memakai samir. Bagi anda yang memilih menikmati sajian makanan dengan cara lesehan, maka para abdi dalem ini akan menyajikannya dengan cara 'jalan jongkok'. Penyajian makanan ini membutuhkan ketrampilan khusus, karena sangat tidak gampang membawa baki penuh dengan makan seraya berjalan jongkok. Bagi yang tak suka dilayani, para tamu juga diberikan kebebasan untuk mengambil makanan dengan sistem " prasmanan" (swalayan).
Yang tak boleh dilewatkan adalah atraksi panah api, pada saat count down. Sejumlah prajurit Kraton, akan menyalakan kembang api dengan cara dipanah. Para pemanah ini berasal dari para abdi dalem maupun masyarakat umum yang gemar melakukan olah raga "jemparingan". Suasana semakin meriah, karena akan diikuti juga dengan peluncuran panah api ke udara. Suasana masa lalu, benar-benar akan menghiasi langit Jogja di malam pergantian tahun ini.
Pada hari biasa, Ambarukmo Royal Hotel memang memberi kesempatan kepada komunitas pemanah untuk mengikuti tradisi Jemparingan (memanah) yang merupakan olah raga kegemaran Sultan Kraton Ngayogkarto hadiningrat. Oleh raga ini berbeda dengan olah raga panahan pada umumnya. Sebab, para pemanah memakai pakaian tradisional dan melakukan panahan dengan cara bersila. Sebagai sasaran adalah sebuah bola kecil sebesar bola pingpong yang digantung agak jauh dari pemanah. Setiap panah yang mengenai sasaran, seorang abdi dalem akan memukul bonang, sebagai tanda bahwa seorang pemanah berhasil membidik sasaran. Pengalaman yang sangat mewah ini rasanya sangat sayang untuk dilewatkan. (Sulistyawan/Ezz)
