Great! Tari Bali dan Noken didaftarkan ke UNESCO
Great! Tari Bali dan Noken didaftarkan ke UNESCO
Ketiga unsur budaya tersebut tari tradisi Bali sebagai Nominasi Daftar Representatif Budaya Tak Benda (representative list of intangible cultural heritage), kerajinan tangan noken khas masyarakat Papua sebagai daftar yang Membutuhkan Perlindungan Mendesak (urgent safeguarding of intangible cultural heritage)...

Satu set Tari Bali yang terdiri atas sembilan tarian dan tas asli masyarakat Papua, Noken, tahun 2011 telah didaftarkan dan diajukan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada UNESCO untuk dijadikan warisan dunia asli Indonesia pada 2012.

"Berkas sudah diusulkan dan dikirimkan ke Paris (markas UNESCO). Kalau satu set Tari Bali diusulkan masuk dalam representatif list dan Noken Papua masuk dalam list safeguarding," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, I Gde Pitana, di Jakarta, Minggu.

I Gde Pitana mengatakan, pada dasarnya untuk tahun ini pemerintah telah mendaftarkan tiga unsur budaya tak benda milik Indonesia untuk dimasukkan menjadi nominee dalam inskripsi UNESCO, badan PBB yang membawahi bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

Ketiga unsur budaya tersebut tari tradisi Bali sebagai Nominasi Daftar Representatif Budaya Tak Benda (representative list of intangible cultural heritage), kerajinan tangan noken khas masyarakat Papua sebagai daftar yang Membutuhkan Perlindungan Mendesak (urgent safeguarding of intangible cultural heritage), serta Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai nomine Penciptaan Ruang Budaya untuk Perlindungan, Pengembangan, dan Pendidikan Warisan Budaya (best practices of intangible culturan heritage).

"Usulan ini untuk dibahas di tahun 2012, pada tahun depan, kami juga akan usulkan kembali beberapa mata budaya kita untuk diusulkan ke UNESO," katanya.

Menurut Pitana, pemilihan ketiga unsur budaya tersebut telah melalui pertimbangan matang dan seleksi ketat. Berbagai tahap yang dilakukan mulai dari survei ke lokasi, pengumpulan dokumen, serta wawancara dengan sejumlah tokoh masyarakat. Pengusulan ketiga warisan budaya ke UNESCO itu bertujuan untuk melestarikan aneka ragam budaya Indonesia dari ancaman kepunahan.

"Pada 2013 sudah banyak masuk usulan kepada kami, tetapi yang kami anggap paling siap di antaranya Tari Maengket, Sasando, dan Tenun Songket," katanya.

Oleh karena itu, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan dokumen pendukung untuk tiga mata budaya tersebut yakni Tari Maengket, Sasando, dan Tenun Songket untuk diajukan ke UNESCO pada 2013. (ANT/Ezz/foto:manufacturer)

Artikel Terkait
Fri, 9 Dec 2011 14:24
Mengusung konsep lyrics video alias video klip yang berisikan lirik, band yang telah menelurkan album 'Somewhere Someone' ini resmi merelease single jagoannya itu pada tanggal 8 Desember 2011 kemarin secara online di www.iambacks.com. Dengan total 8 lagu yang akan dihadirkan, BackAlley senantiasa merefleksikan lagu-lagunya itu untuk semua kawula...
Tue, 26 Jul 2011 15:01
Diperankan oleh Wulan Guritno sebagai Maya dan juga Prasnant Gangtani sebagai Krishna Gangtani alias Anand Krishna, adegan demi adegan perdana ini berjalan sempurna sesuai dengan impian sang sutrdara dan juga sang produser Abdul Azis serta Putu Sri Yuliawati Marou...
Sun, 17 Jul 2011 18:37
Bertempat di kota Dewata Bali, Gaia Production selaku pembuat film telah melaksanakan syuting awal di beberapa tempat menarik di Bali seperti Pulau Menjangan, Gunung Kintamani, Kawasan Ubud hingga Denpasar yang banyak menarik perhatian warga masyarakat sekitar...
Sun, 17 Jul 2011 18:33
Puncaknya adalah pada saat Krishna di vonis memiliki penyakit leukimia (kanker darah) dan "dipaksa" untuk  "bertatap muka" dengan kematiannya. Namun dalam pencariannya hal ajaib terjadi pada dirinya dan mendapati ia sembuh total dari penyakit leukimia, dari situ kemudian Krisha mulai meninggalkan usahanya dan mengabdikan diri pada dunia spiritual dan jalan meditasi...
Sat, 16 Jul 2011 19:05
Selain ramai oleh para rilekser yang merayakannya, rileks.com juga sempat merasakan bagaimana aksi hewan monyet liar di Monkey Forest Sanctuary juga merasakan manfaat dari hari raya Galungan dengan pesta pisang. Dengan harga tiket masuk 20 ribu rupiah untuk dewasa dan 10 ribu rupiah untuk anak-anak...