Inilah Alasan Band Ternama Indonesia Absen Di 34th JGTC 2011.
Inilah Alasan Band Ternama Indonesia Absen Di 34th JGTC 2011.
Ketidakhadiran band-band ternama di Indonesia tersebut lebih dikarenakan tema yang diusung 34th Jazz Goes To Campus 2011 yang pada dasarnya ingin membawa kembali pagelaran Festival Jazz Tertua di Indonesia ini ke musik Jazz yang sebenarnya dengan tagline "Jazz The Way It Is".

Pagelaran acara 34th Jazz Goes To Campus di FEUI, 2/12/11 terbilang berjalan dengan baik. Namun dibalik kesuksesan acara ini masih terselip komentar penonton yang mempertanyakan hilangnya band-band ternama Indonesia yang menjadi "langganan" acara Jazz Goes To Campus ini.

Ketidakhadiran band-band ternama di
Indonesia tersebut lebih dikarenakan tema yang diusung 34th Jazz Goes To Campus 2011 yang pada dasarnya ingin membawa kembali pagelaran Festival Jazz Tertua di Indonesia ini ke musik Jazz yang sebenarnya dengan tagline "Jazz The Way It Is".

"Tahun ini kita pakai line up artis dimana artis-artisnya tidak komersil," ujar Alfi, Koordinator Publikasi 34th Jazz Goes To Campus 2011. Lebih lanjut ia menjelaskan tahun lalu acara JGTC masih diisi oleh artis seperti Maliq and d'essential dan twenty first night, yang pastinya akan membawa pengunjung banyak, "Tahun ini ngga
kan, kita benar-benar membawa musisi yang benar-benar musisi jazz banget," ujar Alfi.

Barry Likumahua dalam konfrensi persnya pun menilai acara 34th Jazz Goes To Campus tahun ini sukses sesuai dengan taglinenya, "tahun ini sudah kembali ke essensi jazz sendiri, karena tahun kemarin sudah sangat komersil sekali dan banyak sekali yang musisi bukan beraliran jazz tampil," ujar Barry yang tahun ini merupakan ke 4 kalinya tampil dengan  Barry Likumahua Project.

Namun hal berbeda dinilai oleh Benny Likumahua di sesi yang berbeda, menurut musisi Jazz senior ini, musik jazz tidak bisa dinilai mana yang musisi jazz asli apa bukan. "Yang terpenting dari musik Jazz adalah bahasanya, karena semua bahasa Jazz bermacam-macam dan tinggal bagaimana mengemasnya," ujar musisi yang sering sekali mengisi acara Jazz Goes To Campus ini.

Namun dibalik itu, pagelaran acara 34th Jazz Goes To Campus ini sukses menghadirkan penonton banyak dan tetap antusias dalam menikmati acara ini. Dan pujian pun dilontarkan oleh Idang Rasjidi terhadap pagelaran JGTC tahun ini, "Tahun ini mereka sangat profesional, Buktinya mereka sangat teratur dan sesuai dengan jadwal yang sudah ada dan ini event yang terbaik," ujar Idang Rasjidi yang tampil bersama Idang Rasjidi Syndicate di acara ini. (Dod)

Artikel Terkait
Tue, 6 Dec 2011 09:12
Dengan diiringi hujan rintik-rintik, Nouvelle Vague beraksi di panggung Jazz The Way It Its. Suara seksi dari vokalis Nouvelle Vague dibalut dengan aksi panggungnya yang menggoda, membuat penonton JGTC 2011 ini enggan melewatkan penampilan internasional artis ini walaupun hujan sekalipun...
Fri, 2 Dec 2011 15:04
Radio 101 Jak fm adalah station yang berkomitmen memberikan music yang tebaik untuk seluruh pendengarnya, dan hal ini terbukti dengan diangkatnya Michael Jackson Day, U2 Day, serta yang paling gress adalah Queen Day. Karya-karya dari artis legendaris tersebut terbukti telah menyentuh hati para penikmatnya...
Fri, 2 Dec 2011 10:51
Saluran ini dapat dinikmati di INDOVISION melalui channel nomor 96. Selama ini MNC Music selalu menyajikan program musik yang terdepan dan up to date. Khusus untuk bulan Desember 2011, tema yang dipilih adalah kaleidoskop, yaitu sajian acara terbaik sepanjang tahun 2011. Ada 9 program musik yang siap ditayangkan yaitu...
Wed, 30 Nov 2011 11:27
Puncak kemeriahan dari JGTC Roadshow ini adalah penampilan dari salah satu musisi jazz senior Indonesia, yaitu Idang Rasjidi Syndicate. Idang rasjidi seakan menghipnotis penonton pada malam itu untuk ikut serta dalam alunan musik jazz yang dibawakan. Tidak hanya itu, beliau juga memberikan 'Jazz Talk' yang sangat interaktif disela-sela
Wed, 30 Nov 2011 09:14
Point Blank sendiri dimulai ketika Samuel Pierret (Gilles Lellouche) yang sedang menanti kelahiran bayi pertamanya dan hampir menuntaskan sekolah perawat, harus melindungi nyawa istri, calon bayi dan dirinya dari berondongan maut. Semuanya diawali ketika ia secara tidak sengaja menyelamatkan Hugo Sartet (Roschdy Zem)...