Industri susu segar Indonesia tidak terlepas dari peran Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pengalengan sebagai salah satu penghasil susu segar di Indonesia. Karena itu, butuh setiap tahunnya dilakukan pengembangan-pengembangan untuk meningkatkan kualitas susu yang dihasilkan. Tidak hanya itu, kesejahteraan peternak pun perlu diperhatikan sebagai elemen pendukung peningkatan kualitas susu segar.

Pihak FFI, keduataan besar Belanda, Bupati Kabupaten Bandung Selatan dan Kelapa KPBS Bersulang
Sejak tahun 2009, KPBS Pengalengan berkolaborasi dengan PT Frisian Flag Indonesia (FFI) dan Pemerintah Belanda mengadakan program pengembangan susu segar dengan pemberian dana bantuan terbesar diberikan oleh Pemerintah Belanda. Melalui program pengembangan susu segar ini tidak hanya dana yang digelontorkan untuk pengembangan susu segar tetapi FFI juga memberikan pelatihan, edukasi dan aktivitas sosialisasi tambahan untuk peternak.
Aun Gunawan, Kepala KPBS Bandung Selatan mengatakan sebelum program ini, anggota KPBS Pengalengan memproduksi 127 ton susu segar perhari. “Setelah program pengembangan susu segar berjalan selama 2 tahun, kami berhasil meningkatkan kuantitas susu segar menjadi 145 ton dengan kualitas yang memenuhi standar pasokan susu segar industri,” ujar Aun di acara Syukuran atas perbaikan kesejateraan dan peningkatan mutu dan volume susu, di Pengalengan, Bandung (22/11/11)
Dengan peningkatan kualitas dan kuantitas susu segar yang dihasilkan, peternak susu segar pengalengan berhasil meningkatkan harga susu segar perliter sebesar 28 persen dan berdampak pula pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga peternak. “KPBS juga berhasil meningkatkan harga jual susu segar untuk FFI dari Rp 3.580 perliter menjadi Rp 3.700 perliter dengan peningkatan rata-rata total produksi susu segar sebesar 46 persen,” ujar Aun.
Aun mengatakan yang terpenting dalam program ini sebenarnya dari susu segar yang berhasil dijual. Ia percaya bahwa program pengembangan ini telah memberikan peluang untuk meningkatkan kapasitas bisnis secara konsisten melalui pengetahuan beternak dan manajemen koperasi yang tepat, sehingga kesejahteraan peternak dan keluarga dapat ditingkatkan. (Dod)
