|
11 Mar 2010 |
Beberapa ahli bedah telah mengembangkan beberapa teknik pembesaran penis. Tapi, tidak satu pun dari teknik ini yang diterima oleh organisasi medis.
Asosiasi Urologi Amerika dan American Society for Aesthetic Plastic Surgery and the Society of Plastic Surgeons (ASPS) telah mengeluarkan kebijakan yang melarang prosedur pembedahan kosmetik untuk memperbesar ukuran penis.
Beberapa teknik digunakan untuk memperpanjang penis. Semua teknik tersebut masih bersifat percobaan. Belum cukup studi mengenai operasi pembedahan penis yang bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai hasil dan risiko komplikasi yang mungkin timbul.
Beberapa metode pembesaran penis yang diiklankan tidak efektif dan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada penis Anda. Metode tersebut termasuk:
Gerakan menekan manual (manual squeezing exercises/jelqing). Latihan ini menggunakan gerakan tangan untuk mendorong darah dari pangkal hingga kepala penis. Meskipun teknik ini lebih aman dibandingkan teknik lainnya, cara ini bisa memicu pembentukan bekas luka, rasa sakit dan cacat. Tidak ada bukti ilmiah yang mengindikasikan bahwa teknik ini efektif dalam memperbesar ukuran penis.
Meregangkan dengan beban. Teknik ini melibatkan aktivitas memakai beban pada penis yang sedang tidak ereksi. Cara ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada penis. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa teknik ini efektif.
Pompa penghisap (vacuum pumps). Karena pompa menarik darak ke penis dan membuat penis membesar, maka pompa ini kadang-kadang digunakan untuk mengatasi impotensi (disfungsi ereksi). Tapi, menggunakan pompa penis lebih sering dan lebih lama dibandingkan penggunaan dalam mengatasi disfungsi ereksi bisa merusak jaringan elastis di dalam penis, sehingga memicu ereksi yang kurang kuat. Menggunakan pompa hisap mungkin bisa menciptakan ilusi penis yang lebih besar, tapi hasilnya sangat jarang permanen.
Pil dan lotion. Kedua komponen ini biasanya mengandung vitamin, mineral, herbal atau hormon yang diklaim bisa memperbesar penis. Tapi, belum ada satu pun produk ini yang terbukti efektif. Beberapa diantaranya bahkan berbahaya. (medindonesia/pit/ft:ilustrasi)
 |