You are here > Home COMMUNITY Artikelmu
Thu 29 Jul 2010
Sebuah Renungan : Kambing VS HP PDF Print E-mail
23 Nov 2009
Kututup hidung ketika melewati kerumunan kambing. Baunya yang menyengat ternyata tidak mengganggu penjualnya.Dalam hati sempat juga ngedumel sich "Nih orang mau jualan kambing gak melihat-lihat tempat apa? Masak jual hewan yg bau itu di dekat kios-kios elektronik. Kenapa nggak sekalian aja jualan di dalam mall?" gerutuku dalam hati. Orang yang lalu lalang, ada yang cuek, ada yang menutup hidung, ada juga yang justru menghampiri hewan bau itu.

Kupercepat langkah kakiku melewati tempattersebut, mataku menatap lurus ke depan, tepat ke sebuah kios penjual HP.Memang kios itulah yang menjadi tujuanku ke tempat ini. Kuraba saku celana, masih tersimpan HP type lama yang sudah 5 tahun akugunakan. Sebenarnya HP tersebut tidak bermasalah, masih layak untuk digunakan, baik bertelepon maupun ber-SMS. Tetapi untuk saat ini, HP tersebut sangatlah "tidak layak" digunakan di tempat umum.

Sering saat aku berangkat atau pulang kantor menggunakan KRL menyaksikan penumpang yang menggunakan HP terkini, canggih, suara polyphonic, ada radio, MP3 bahkankamera foto & video. Suaranya merdu sekali saat ada telepon masuk, bisa lagu klasik ataupun lagu pop yang sedang top dari penyanyi papan atas. Sering aku ikut melantunkan dalam hati lagu yang kebetulan aku tahu dan seakan ingin agar pemiliknya tidak segera mengangkat telepon tersebut agar aku bisa lebih lama mendengarkan lagu yang sedang di gandrungi banyak orang itu.

Memang luar biasa perkembangan teknologi saat ini, satu alat bisa mewakili berbagai macam fungsi alat-alat lainnya.Tidak perlu membawa walkman untuk mendengarkan lagu, tidak perlu bawa kamera untuk berfoto. Cukup bawa satu buah HP, semua itu sudah bisa terwakili. Bahkan saat ini ada semacam fasilitas untuk berbicara sekaligus melihat lawan bicara di seberang, kalau tidak salah 3G (mohon maaf kalau istilahnya salah, maklum belum pernah pakai).

Kadang cukup kaget juga sich saat tahu siapa saja pemilik alat-alat canggih tersebut. Dari pegawai kantoran macam aku, pengusaha, pegawai negeri, pegawai toko & mall bahkan pedagang bakso sekalipun. Sekali waktu sempat kulihat, pegawai toko VCD di Glodok saling bertukar lagu lewat fasilitas  bluetooth.  HP yang ada di saku celanaku, jangankan kamera, fasilitas bluetooth pun tak ada, lelucon yang sering di lontarkan kawan-kawan adalah "Mau dikirimin lagu bagus nggak? Pakai bluetooth aja, kan HP kamu emang rada "b u t u t" pasti bisa  dech........" Dan seperti biasa aku cuma bisa nyengir sambil ikut  tertawa.


Sekarang semua itu akan berubah, dengan susah payah aku kumpulkan sebagian gajiku untuk menggantikan rasa "malu" dengan "kebanggaan" bertelepon di tempat umum. Tidak sia-sia pengorbananku selama setahun ini, dengan terkumpulnya dana 3 juta untuk mengganti HP lama dengan HP baru,yang saya pikir dengan dana tersebut cukuplah membeli HP canggih.Belum sampai di depan kios HP yang kutuju, sempat terdengar pertanyaan dari orang yang menghampiri pedagang kambing tadi.

"Bang, kambing yang itu harganya berapa bang ?"

si pedagang menjawab " Satu juta pak"

"Kok mahal amat sih bang?"

"Itu yang terbesar pak, sehat lagi. Sangat pantas untuk Qurban !"

"Wah kalau segitu sih, mana sanggup saya beli? Berapa sih hasil dari ngasong bang!"

("ooo ternyata orang itu adalah pedagang asongan"  ujarku dalam hati)

"Kalau yang coklat itu berapa bang? Itu yang rada kecilan"

"Itu 750 ribu pak, harga pas, nggak ngambil untung besar lho  pak."
 
"Saya cuma ada 650 ribu bang, boleh ya.........?"

"Wah pak , kalau segitu sih belum dapat, ongkos angkut ke sininya saja sudah mahal, bagaimana kalau yang putih itu saja" kata si pedagang sambil menunjuk kambing yang lebih kecil.

"Yah sudahlah, dari pada besok belum tentu terbeli" katanya pasrah "ini juga dari hasil nabung 3 tahun yang lalu, bang".

Seketika aku terkesiap, tiba-tiba rasa malu muncul dan mengalir deras dalam hati-ku rasa malu ini bahkan melebihi rasa malu saat kawan-kawan mencemooh HP butut-ku.  Kuhentikan langkah kaki ini, tiba-tiba sekali aku jadi tertarik mendekati hewan yang bau itu. Bayangan HP baru perlahan-lahan hilang, berganti dengan bayangan gema Takbir saat kambing,domba dan sapi di sembelih dengan menyebut asma Allah.

 
"Terima kasih ya Allah, Kau telah memberikan rasa malu pada hati manusia".

(KRL Bojong - Jakarta 121206)

Kisah yang dituturkan oleh Bpk. Ahmad Tohari yang dimuat dikolom resonansi republika hari Senin, 18 Desember 2006.


 

 
Comments (2)Add Comment
0
...
written by defa eleunara, November 30, 2009
Subhanallah, semoga pekurban didunia ini lebih banyak daripada yang fakir
0
...
written by oyie..., November 25, 2009
subhanallah...
Allah masih memberi malu untuk qt agar dapat memilih mana yang terbaik diantara yang baik....smilies/smiley.gif

Write comment
smaller | bigger

busy
 
article thumbnailInstitut Kesenian Jakarta kerjasama dengan YAPIM dan Teater Hapon Pentaskan “Obasute”

Masih dalam rangkaian Dies Natalies Institut Kesenian Jakarta ke-40, Institut Kesenian Jakarta bekersama dengan Yayasan Peduli Indonesia Makmur (YAPIM) dan Teater Hapon menyelenggarakan pementasan Legenda Jepang Kuno “Obasute”. Acara ini akan digelar selama tiga hari, pada tanggal 24 hingga 26 J [ ... ]


Kampusiana

Bina Nusantara International Motion (BI) 2010

Binus International (BI) Motion 2010, ajang kompetisi film pendek untuk siswa/i Sekolah Menengah Umum (SMU).


Great!! Mahasiswa ITS Raih Juara Mobil Irit Asia!

ITS menjadi juara pertama dalam Combustion Grand Prize dan Gasoline Fuel Award...


Other Articles

Berbagi Cerita

Dear Blogger,
Untuk mendapatkan traffik lebih banyak di blog kamu, rileks.com memberikan kesempatan kepada para blogger untuk memposting juga artikelnya yang ada di blog masing-masing ke Rileks.com. Artikel yang diposting harus mengandung unsur menghibur, informatif, dan rileks/santai. Tidak boleh berbau politik praktis, pornografi dan SARA, serta maksud mendeskreditkan pihak lain. Semoga artikel kamu memberikan pencerahan dan hiburan bagi para pembaca rileks.com.

Terima kasih.

Nama :
Email :


Judul Artikel :

Cuplikan :


Isi Artikel :




Rileks Gallery

 

Sport Corner

10 Bintang Penendang Bebas Yang Diburu!
29/07/2010

Hingga kini beberapa pemain tersebut masih 'belum' mendapatkan klub baru...


Polling

Apa sih referensi paling kuat buat kamu untuk beli produk baru!
 

Media Sindikator

Gen FM JAK FM Parents Mahaka Media